Ya Allah ,
Mengapa harus ada ‘perbedaan’ , jika ‘perbedaan’ membuat begitu banyak perselisihan . adakah cara menikahkan ‘perbedaan’ itu dengan perdamaian ?
Mengapa Kau ciptakan perasaan sedih , marah , cinta , sakit hati ? mungkin sedih bisa kita simpan , cinta bisa kita pendam , marah bisa kita redam . tapi apakah sakit hati bisa kita siasati agar kemunculannya bisa kita kelabui ?
Mengapa Kau ciptakan mulut yang begitu sempurna bagi orang-orang seperti hamba jika kami tidak mempunyai kemampuan memilih bahasa dan kemampuan berbicara dengan baik ?
Mengapa tak Kau buat hati bisa berbicara layaknya mulut indah kita ? agar takkan ada lagi orang yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam berkomunikasi . agar takkan ada lagi kebohongan-kebohongan semu di dunia ini . agar takkan ada lagi pengibaratan dalam setiap pembicaraan dengan tujuan penambahan tingkat understanding seseorang . agar takkan terdengar lagi kata ‘salahpaham’ dalam setiap hubungan .
Ya Allah ,
Mengapa Kau menciptakan kepala yang menyimpan berjuta-juta pemikiran , jika pemikiran-pemikiran itu tak banyak yang bisa diungkapkan , sehingga mereka hanyalah menjadi onggokan dalam gudang otak kita yang akan berdebu dan bertikus .
Mengapa Kau ciptakan telinga yang begitu cantik dan otak yang begitu rumit konstruksinya , bagi orang-orang seperti hamba , jika kami tidak dapat menggabungkan kemampuan mendengarkan kritik dari insan lain dan memprosesnya di otak yang kemudian akan beroutput baik ?
Mengapa tak Kau ciptakan kemampuan mengetahui pemikiran orang lain ? agar takkan ada lagi kesulitan bagi orang-orang seperti hamba untuk berhubungan dengan orang lain tanpa menimbulkan suatu masalah dalam setiap ucap yang terlontarkan .
Ya Allah ,
Mengapa Kau ciptakan orang dengan kecantikan fisik dan hati ? sedangkan ada orang-orang seperti hamba , yang samasekali merasa tak memiliki satu ataupun semua hal tersebut .
Mengapa Kau ciptakan orang yang begitu peka dengan keadaan sekitarnya ? sedangkan hamba tidak .
Mengapa Kau ciptakan kesadaran ? sedangkan di lain sisi , orang-orang seperti hamba tidak dapat mengerti arti sebuah kesadaran tanpa ada pihak yang menyadarkan dengan memberikan kesaksian yang nyata . tanpa teori dan garis besar .
Mengapa Kau ciptakan hambamu yang hina ini ?
Ya Allah ,
Terima kasih atas segala yang Kau beri .
Orang tua yang masih lengkap walaupun tak sebaik yang hamba harapkan , adik perempuan yang walaupun nakal , teman-teman yang walaupun hanya hadir saat senang datang .
Terima kasih atas segala yang Kau beri .
Seorang partner kehidupan , Alfian Oktaveasma , yang walaupun begitu berbeda dengan hamba dari segi apapun , tetapi ia telah mengajari hamba banyak , banyak , banyak sekali hal baru . seperti hamba tak sanggup menjadi makmum dari imam selain dia .
Hamba sadar , masih banyak orang yang tak seberuntung hamba . tapi ya Allah , bolehkah hamba meminta ?
Ya Allah ,
Maafkanlah kami , mama , papa , diar , Alfian , yang telah banyak berbuat dosa , baik yang kami sengaja maupun yang tidak .
Berikanlah kami kekuatan dalam menghadapi semua cobaan yang Kau beri .
Bantulah kami , hamba dan Alfian , memelihara perasaan kami , agar kami tetap memegang teguh prinsip kami , agar kami dapat menjadi baik bagi satu sama lain .
Bantulah kami , hamba dan Alfian , menjaga hubungan kami , agar kami menjadi semakin kuat berpegangan , agar kami semakin kokoh berdiri .
Lindungilah keluarga kami , keluarga hamba , keluarga Alfian , agar kami dapat selalu membuka hati , agar kami dapat selalu teguh di jalan-Mu .
Berikanlah umat muslim sedunia kekuatan dalam menegakkan agama-Mu .
Ya Allah ,
Terima kasih atas segala yang Kau beri , tapi , bolehkah hamba meminta satu hal yang sangat hamba inginkan saat ini ?
Berikanlah hamba kemampuan memilih bahasa , kepekaan , dan kesabaran dalam hidup hamba .
Boleh kan ya Allah ?
September 30, 2010
Kategori: Uncategorized . . Penulis: *stefani*stefani*stefani* . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar